Menjadi tetamu Allah...melakukan tawaf mengelilingi Kaabah

Monday, May 17, 2010

USTAZ RAHIM NASIR :Kejadian Alam dan Manusia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dalam kesempatan mendengar kuliah maghrib, Alhamdulillah, sedikit sebanyak ana dapat memetik beberapa keterangan ustaz tentang apa yang disampaikan. Ana lewat sampai menyebabkan ana tidak tahu Ustaz membicarakan ayat apa di awalnya. Namun kepala ana dapat menangkap apa yang dibicarakan oleh Ustaz di dalam kuliahnya.

Apa yang dapat ana petik ustaz ada menekankan pertanyaan-pertanyaan Allah, "siapa yang mengatur segala urusan jadi sempurna. Langit dan isinya,bumi dan isinya, sebagaimana yang ditegaskan dalam Surah 29 Al ‘Ankabut Ayat: 19- Allah Ta’ala berfirman:
أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Dan tidakkah mereka fikirkan bagaimana Allah memulai (mengawali) pembuatan makhluk, kemudian Ia akan ulangi pembuatan itu? Sesungguhnya yang demikian itu mudah atas Allah.

Keberadaan kita di alam semesta yang begitu luas ini , dimana di dalamnya terdapat planet-planet yang beredar atas orbitnya kesemuanya itu yang paling kita kenal adalah bumi, matahari, bulan dan bintang . Untuk apa semua ini Tuhan ciptakan?. Sebuah pertanyaan yang demikian susah untuk dijawab dan sampai hari ini masih menjadi misteri. Yang pasti adalah segala apa yang di langit dan bumi dan juga konsep, program dan sistem yang ada pada alam semesta ini Allah SWT penciptanya.

Di dalam surah ini, banyak pertanyaan-pertanyaan Allah yang membuat kita berfikir. Samalah seperti persoalan-persoalan yang disentuh oleh Ustaz, diantaranya kita boleh berfikir pertanyaan Allah siapa yang membuat pendengaran dan penglihatan?. Bayangkan kalau tidak ada kedua-dua anggota penting tersebut. Siapa pula yang menghidupkan manusia yang asalnya mati?. Manusia diciptakan dari saripati air yang hina, bayangkan kesudahan manusia yang ingkar kepadaNya.

Tegas ustaz, bukankah berbuat baik dan membuka ruang orang berbuat baik itu ada pahalanya. Umpama memanjangkan jadual kuliah agama dengan apa cara memberi tahu orang lain, dengan sms atau e-mel atau sebagainya. Begitu pula dosa kalau membuka ruang kepada jalan untuk berbuat jahat dan maksiat jariahnya berpanjangan juga.

Rasulullah S.A.W. bersabda menurut riwayat:“Akan datang pada manusia satu masa, dimana AlQur’an akan lapuk dalam hati manusia, sebagaimana lapuknya kain pada tubuh manusia, urusan mereka semua adalah tamak tidak ada rasa takut padanya. Jika seseorang diantara mereka berbuat baik, ia berkata: Akan diterima akan padaku, dan jikalau ia berbuat jahat, ia berkata:’akan diampuni dosa dosaku”. (HR. Abu Manshur ad Dailami dari Ibnu Abbas)
Maka tunjukkan model kebaikan, jangan tunjuk model kejahatan tegas ustaz. Cetuskan idea yang baik dan bernas yang membawa kebaikan dan pahala yang berpanjangan dalam hidup kita.

Firman Allah dalam (Surah 29 Al ‘Ankabut Ayat: 20)
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah : berjalanlah kamu di bumi, lantas perhatikan bagaimana Ia telah memulai pembuatan (pembikinan), kemudian Allah akan adakan Kejadian yang lain, sesungguhnya Allah amat berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Pada ayat 19 Allah menjelaskan bahwa dimensi fikiran manusia yang dikurniai akal membuatkan dengan demikan luas fikiran daya jangkauannya mampu mengkaji akan asal usul alam semesta dan menjangkau ke masa depan akan sebab musabab sehinggalah hancurnya alam semesta ini pada suatu masa. Bila kita mengamati dan menghalusi dengan lebih dalam lagi bahwa setelah kehancuran alam semesta maka akan terjadi evolusi kembali terbentuknya alam semesta, dimana sebelum ini kita mati kemdian dihidupkan dan isyarat inilah yang bisa kita tangkap dari firman ini, Maha Besar Allah Ta’ala dengan segala kesempurnaaNya. Daya fikir manusia memiliki kemampuan untuk mengkaji dari hasil kajian tersebut dan memahami proses penelitian kejadian alam dan manusia.

Pembuktian demi pembuktian sains dan teknologi akan menjadi rentetan yang berlangsung terus sampai menemukan hasil yang sebenarnya dan meyakinkan tentang Allah dan ciptaannya. Bila melihat penciptaan buaya yang pandai mencari suhu untuk bertelur kemudian kembali ke air anak-anaknya juga bila lahir dapat mengenal ibu mereka. Begitu juga harimau yang mempunyai tanda putih di hujung ekornya, menjadi panduan sebagai lampu di malam hari anak-anak mengekorinya dari belakang. Semua ini menunjukkan kehebatan ciptaan Allah yang tak terjangkau fikiran kita memikirkan tanpa sebarang kajian yang dilakukan. SubhanaAllah.

Pada ayat 20 adalah proses penelitian kejadian binatang sampai fosil manusia, penemuan penemuan ilmiah ini yang dijadikan bukti akan proses evolusi makhluk, siapa dan bagaimana awal mulanya manusia. Bagaimana hebatnya Allah menempatkan kita di dalam rahim ibu yang hidup dalam air tu.. 9 bulan 10 hari. Sekarang ini, cuba kita berendam dalam air kalau tak lemas akhirnya. Hujah Ustaz dalam kuliahnya.

Berbalik kepada ayat tadi, permulaan ayat, menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dia-lah yang mengaturnya dengan aturan yang paling sempurna; dan ayat -ayat yang lain menyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi. Kalau ditanya kepada orang kafir pun siapa yang layak mentadbir alam dan membuat alam ini, nescaya mereka akan kata Allah. Baik yang Islam atau bukan Islam. Kalau dah tahu, kenapa tak mahu beriman, tempelak Allah. Bagi orang kafir, Naluri asal mereka tahu soal ketuhanan. Namun cara penyampaian mereka sesat-sesatnya.

Firman Allah Ta’ala : Surat 31 (Luqman) ayat 25.
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan jika engkau tanya kepada mereka : Siapakah yang jadikan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah!” tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui”.

Bahwa sedikit sekali manusia yang mau mengkaji ayat-ayat AlQur’an, mereka mengerti bahwa yang menciptakan langit dan bumi ini adalah Allah, tetapi mereka tidak mengerti bagaimana proses penciptaannya.

Ambil iktibar dan jangan jadi sombong, bongkak, ego dan tidak terima kebenaran. Cari kebenaran baru hidup ada keberkatan. Cari kawan-kawan yang baik. Selama mana tidak membuat baik kita tidak akan dapat rasa kebaikan. Berbuat baik juga perlukan kesabaran yang tinggi kerana banyak ujiannya. Jadi sedari asal kejadian kita. seperti ayat Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fasa-fasa yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia; penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat; kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertaubat dan berbuat kebaikan, tetapi keinginan ini ditolak; keingkaran kaum musyrik terhadap hari berbangkit dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Maka ustaz menyeru kita mensyukuri semua nikmat yang Allah telah anugerahkan kepada kita semua. Bila kita terlibat membuat kerja-kerja agama, letakkan betul-betul keiklasan kepada Allah. Perkara-perkara remeh, pejamkan mata dan kita redha dan sabar atas ujian tersebut. Semoga apa yang diterangkan dapat kita mengambil iktibar dan pengajaran serta menafaaat darinya.

No comments:

Post a Comment