Menjadi tetamu Allah...melakukan tawaf mengelilingi Kaabah

Saturday, February 27, 2010

HULURKAN BANTUAN

بسم الله الر حمن الرحيم

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pengarang kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Samarqandy mengatakan: "Biasakan diri anda untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Kerana, dalam sedekah itu ada sepuluh manfaat; lima akan diberikan di dunia, dan lima lagi akan diberikan di akhirat kelak.

Berbicara mengenai sedekah, terbayang pada ana saat kecil dulu, tanpa keperluan kehidupan sangat perit dirasakan. saat itu belajar bersuluhkan pelita minyak tanah. kadang-kadang pelita jatuh, terbakar buku sekolah. Tidur lambat menolong ibu membuat kuih muih. pagi bangun mengoreng kuih. Abah ke ladang menoreh getah. tengaharinya balik sekolah ke sawah. Petangnya mengejar kambing di hutan. kerbau di Solok Bansan. Oh... peritnya kehidupan waktu itu. saat itu, hidup orang lain hampir sudah mewah. Hidup keluargaku masih demikian. Namun manisnya bila hidup dalam keredhaan Tuhan. Sangat manis....

Namun, semua itu mengajar erti kesabaran.Semua itu melahir ketabahan. semua itu membuat kita berfikir banyak orang.Kini, hati kita akan terharu, pilu bila memandang jika ada lagi yang menghadapi beberapa kekurangan. Lantas, tatkala ana merenung, betapa sukarnya ustaz-ustaz di Pengajian al-Quran menghidupkan Pusat-pusat al-Quran, mengajar ilmu Tuhan, maka terdetik di hati ana betapa kekurangan-kekurangan tersebut memerlukan beberapa orang turun tangan.

Gaji ustaz-Ustaz, tidak sehebat gaji yang berMajikan. Namun keikhlasan dan kesungguhan mereka, terlalu besar di sisi Tuhan. Mereka mendidik anak-anak generasi al-Quran. Menelan berbagai kepahitan. Sebagai saudara Islam, mari bersama kita turun tangan. Agar meringankan bebanan. Kita menyahut kalam Tuhan. InsyaAllah segala yang dilaku penuh keiklasan ada perhitungan di sisi Tuhan. Ayuh kita bersama turun tangan.

Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Barangsiapa yang mempunyai harta maka bersedekahlah dengan kekayaannya, dan barangsiapa yang mempunyai ilmu maka bersedekahlah dengan ilmunya dan baangsiapa yang mempunyai tenaga bersedekahlah dengan tenaganya."

Rasulullah s.a.w. pula bersabda :
"Sedekah itu dapat menutup tujuh puluh pintu kejahatan".

Friday, February 26, 2010

TAKUTILAH BERBUAT KEJAHATAN

بسم الله الر حمن الرحيم


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Surah al-Taubah :119

Ayat di atas mengarahkan kita sentiasa bersama orang-orang yang benar. Benar di sini adalah orang-orang yang sentiasa berada atas garis syarak. Jauhi dari terfikir untuk berbuat kejahatan takut saat berbuat kejahatan itu nyawa kita terpadam. Perlu kembali kepada Tuhan. walau apapun keadaan.

Lebih-lebih lagi dosa sesama insan. Memalu dan mengaibkan orang sangat mudah. cuba anda bayangkan kalau anda yang diaibkan. Begitulah buruknya perilaku sesetengah insan yang lupa pada Tuhan. Lupa perhitungan Tuhan. Lupa Azab Tuhan. Bagaimana mungkin anda kembali pada Tuhan dalam keadaan dosa sesama insan tidak diselesaikan.

Terkejut ana bila membuka facebook, masih ada insan bergelar islam. cakap seperti hanya dia mengikut islam. orang yang sebenar-benar mengikut islam, bahkan tidak boleh dipertikai lagi pun boleh di fitnah seburuk-buruknya. Bahkan sangat memalukan.

Dimana akhlak kalian. Kalian tidak takutkah dengan janji balasan Allah. Fitnah yang demikian mengundang azab Tuhan. Apalagi jika terkena dengan para daie dan wali-wali Allah.

Memerangi wali Allah, sama dengan memerangi Allah. Tidakkah kalian merasa gerun dengan perhitungan Allah..?

Firman Allah s.w.t yang yang bermaksudnya : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, nescaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Surah Al-Zalzalah : 7-8)

MAKNA SULUK DAN TASAWWUF

Petikan dari tulisan Irwan

MAKNA SULUK DAN TASAWWUF

Imam Al Gazali

Suluk berarti memperbaiki akhlak, mensucikan amal, dan menjernihkan pengetahuan. Suluk merupakan aktivitas rutin memakmurkan lahir dan batin. Segenap kesibukan hamba hanya ditujukan kepada Sang Rabb, bahkan ia selalu disibukkan dengan usaha-usaha menjernihkan hati sebagai persiapan
untuk sampai kepada-Nya (wusul).

Ada dua perkara yang dapat merusak usaha seorang salik (pelaku suluk), yaitu pertama, mengikuti selera orang-orang yang mengambil aspek-aspek yang ringan dalam penafsiran dan kedua, mengikuti orang-orang sesat yang selalu menurut dengan hawa nafsunya. Barangsiapa yang menyia-siakan waktunya,maka ia termasuk orang bodoh. Dan orang yang terlalu mengekang diri dengan waktu maka ia termasuk orang lalai. Sementara orang yang melalaikannya, dia adalah orang-orang lemah.

Keinginan seorang hamba untuk melakukan laku suluk tidak dibenarkan kecuali ketika ia menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya sebagai pengawas hatinya. Siang hari ia selalu puasa dan bibirnya pun diam terkatup tanpa bicara, sebab terlalu berlebihan dalam hal makan, bicara, dan tidur akan mengakibatkan kerasnya hati. Sementara punggungnya senantiasa terbungkuk rukuk, keningnya pun bersujud, dan matanya sembab berlinangan air mata. Hatinya selalu dirundung kesedihan (karena kehinaan dirinya di
hadirat-Nya), dan lisannya tiada henti terus berzikir.

Dengan kata simpul, seluruh anggota tubuh seorang hamba disibukkan demi untuk melakukan suluk. Suluk dalam hal ini adalah segala yang telah dianjurkan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya dan meninggalkan apa yang dibenci olehnya. Melekatkan dirinya dengan sifat wara' meninggalkan segala hawa nafsunya, dan melakukan segala hal yang berkaitan erat dengan perintah-Nya. Semua itu dilakukan dengan segala kesungguhan hanya karena Allah Swt., bukan sekadar untuk meraih balasan pahala, dan juga diniatkan untuk ibadah bukan hanya sekadar ritual kebiasaan. Karena sesungguhnya orang yang Asyiq dengan amaliahnya, tidak lagi memandang bentuk rupa zahir amalan itu, bahkan jiwanya pun telah menjauh dari syahwat keduniaan. Maka satu hal yang benar adalah meninggalkan segala bentuk ikhtiar sekaligus menenangkan diri dalam hilir mudik takdir Tuhan.

Dalam sebuah syair dinyatakan;

Aku ingin menemuinya,
Namun Dia menghendakiku untuk menghindar
Lalu kutanggalkan semua hasratku
Demi apa yang Kaukehendaki

Sirnakan semua makhluk darimu dengan hukum Allah Swt. dan binasakan hawa nafsumu atas perintah-Nya. Demikian halnya, tanggalkan seluruh hasratmu demi perbuatan-perbuatan-Nya (af'al). Dengan demikian, maka kau telah mampu menangkap ilmu Allah Swt.

Kebebasanmu dari ketergantungan dengan makhluk ditandai dengan perpisahanmu dengan mereka, kau tidak akan kembali dengan mereka, dan
kau pun tidak akan menyesali semua yang ada dalam genggaman mereka. Adapun tanda kebebasanmu dari hawa nafsu adalah dengan tidak memasang harapan yang beriebihan dari semua usahamu, dan tidak pula bergantung dengan urusan kausalitas untuk meraih sebuah kemanfaatan ataupun untuk menghindari kebinasaan. Maka kau jangan hanya bergulat dengan dirimu sendiri, jangan terlalu percaya diri, jangan mencelakan atau membahayakan dirimu sendiri. Namun, pertama-tama yang harus kau lakukan adalah menyerahkan semuanya pada Yang Berhak, agar Dia berkenan memberikan kuasa-Nya kepadamu. Seperti kepasrahanmu kepada-Nya saat kau berada dalam rahim ibumu, atau saat kau masih dalam susuan ibumu.

Sementara, tanggalnya seluruh hasrat iradah-mu. lebur dalam iradah-Nya ditandai dengan tidak adanya sifat menghendaki dalam dirimu (murid), dalam hal ini kau hanyalah sebagai obyek yang dikehendaki (murad), bahkan dalam setiap lakumu ada intervensi aktivitas-Nya maka jadilah kau sebagai obyek yang dikehendaki-Nya. Adapun aktivitas-Nya menempati semua anggota ragamu, mententramkan jiwa, melapangkan dada, menyinari wajahmu, dan memeriahkan suasana batinmu. Takdir menjadi nuansa dalam hatimu, azali senantiasa akan menyerumu. Rabb yang Maha Menguasai mengajarimu dengan ilmu-Nya, menyematkan pakaian untukmu dari cahaya
hulul, dan memposisikanmu pada derajat generasi orang terdahulu di antara para ulama yang saleh (ulu al-'ilm).



source : Mi'raj as-Salikin, Imam Al Gazali

Thursday, February 25, 2010

DUNIA YANG MELETIHKAN


بسم الله الر حمن الرحيم

Jemu adalah satu perkara yang selalu menjengah kita sebagai manusia. Itulah namanya kehidupan yang sementara. Segala-galanya sementara. Tiba satu tahap ianya akan berhenti.

Maka setiap perkara pasti menjemukan. Baik terhadap makanan, pekerjaan, hiburan dan apa jua yang berkaitan dengan dunia yang fana. Perkara-perkara demikian pasti akan sampai bila tiba masa. Walaupun kita berkeras mengatakan tidak, sampai ketika kita akan merasa letih. Kerana itulah, masa kecil kesukaan kita lain terhadap makanan, hiburan, pakaian, bila tiba satu tahap kita bertukar pula ke perkara yang lain.

Begitu juga dengan pasangan, ramai dikalangan yang timbul rasa jemu, hingga mencari sesuatu kelainan. Namun selagi merasa demikian kita tidak akan jumpa penyelesaian. Kerana ianya beralaskan rasa jemu. Berlainan dengan yang mencari keredhaan Tuhan, jemunya digaris pandu dengan Quran. Mencarinya dengan pengubahsuaian mengikut landasan yang ditetapkan.

Begitu juga lumrah kita akan jemu dengan perkara yang lama. Namun bila kita mencari sesuatu yang berkaitan dengan agama, kita akan rasa kelainan. Semakin banyak kita mendengar majlis ilmu, hati kita makin mencari-cari, makin banyak kita baca Quran, makin lazat kita rasakan. Kalau tidak dapat melakukan kita akan rasa sangat kekosongan. Hingga kan kadang-kadang keseronokan bertadabbur dengan al-Quran, kita tak sedarpun hari sudah siang. Sekali kita ke Tanah suci Makkah dan Madinah, berkali-kali perasaan kita dalam panggilan. Oh….Indahnya menghampir diri dengan Allah. Lazatnya menjadi orang yang beriman. Kerana Allah sentiasa dirasa memerhatikan. Allah sentiasa menyelamatkan.

Hidup ini sangat meletihkan. Ramai yang tidak tahu matlamat sebenar kehidupan. Sebahagian besar masa mencari sesuatu yang tiada kepastian. Bahkan mendatangkan masalah yang sangat membebankan. Berbanding dengan orang beriman. Bekerjanya ia, kerana ibadah kepada Tuhan. Mereka gembira dengan bekerja dapat menginfakkan. Bahkan ibadahnya semakin beterus-terusan. Masanya dengan Allah penuh kekhusyukan. Tenang sentiasa memayungkan.

Lantas demikian, dimana bekalan kalian, untuk sampai ke tempat yang berkekalan. Tiada rasa jemu dan bosan. Tiada langsung keletihan dan kejemuan. Segala permintaan pasti ditunaikan. Indahnya janji Allah pada syurga idaman, bagi yang benar-benar mengharap keredhaan Tuhan.

Wednesday, February 24, 2010

YANG DIBENCI MUNGKIN BAIK UNTUK KITA

بسم الله الر حمن الرحيم

Setiap insan punyai keinginan masing-masing. Tidak semua sama apa yang diinginkan walaupun rambut sama hitam. Bila diamati kembali, keinginan demikian adalah perkara yang berbentuk sementara dan tidak kekal.

Kita mengharapkan apabila membina sebuah mahligai perkahwinan, ianya akan kekal ke akhir hayat. Namun keruntuhan ditengah jalan. Kehampaan pasti datang bertandang. Setelah beberapa ketika kita hadapi dengan sabar, baru kita akan faham, bahawa ianya baik untuk proses kita kearah ketaqwaan. Itupun bagi mereka yang memilih jalan haluan yang penuh keimanan.

Umpama dalam pemilihan sesuatu, semua orang berbeza-beza keinginan begitu juga kemampuan. Sebenarnya kadang-kadang keinginan kita itu bukan sesuatu yang sebenarnya kita perlukan. Maka apabila kita tidak dapat apa yang dihajati, satu masa kita akan tersedar, bahawa itu sebenarnya baik untuk kita.

Mungkin kekadang kita tidak faham mengapa Allah memberi lain dari permintaan kita dan terlalu berbeza dengan apa yang kita harapkan. Namun begitu, Allah sentiasa bertindak betul dan sentiasa melakukan yang terbaik walaupun pada diri kita kelihatan semuanya salah belaka.

Namun percayalah..bila kita bermohon sesuatu dan menerima yang lain dari Allah, suatu hari Allah akan memberi sesuatu yang lebih baik pada masa yang sesuai. Serahkan semua ketentuan pada Allah. InsyaAllah, meskipun kita tidak suka akan perkara tersebut.


وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

HINDARI MENABUR FITNAH



بسم الله الر حمن الرحيم

Ana sangat merasa bahagia bila melihat perubahan sesetengah saudara islam yang lain. Kalau dulunya mereka lalai, kini mereka istiqamah dalam menjalani hidup cara beriman. Terharu melihat perubahan mereka. Alhamdulillah.

Sayangnya ada sebahagian besar manusia lain, kadang terkedu juga melihat betapa beraninya mereka dalam hal mengaibkan orang. Hati mereka sangat gembira melihat satu-satu kedukaan orang. Mereka juga Nampak tidak senang dengan kegembiraan orang.

Apabila mereka melihat kebahagiaan orang, ada sahaja dicungkil keaiban dan keburukan orang itu waktu dulu-dulu. Sepatutnya mereka bersyukur kepada Allah kerana telah meletakan mereka yang berubah itu ke jalan petunjuk. Sebaliknya, dikeji, dicaci, dimalukan dan dijatuhkan maruah mereka depan orang banyak. Saja mencari kesilapan dan macam-macam andaian dilakukan. Malahan andaian dan fitnah yang dibuat lebih banyak berupa sangkaan semata-mata.

Sedih melihat keadaan mereka yang melakukan lupa, bahawa melakukan demikian adalah sebesar-besar dosa. Memfitnah, menyebabkan orang lain teriniaya dan terdzalim. Lazimnya di pejabat-pejabat, walaupun dimusuhi mereka yang menegur perbuatan, mereka masih tetap melakukan demikian. Bagai sudah seronok dan menjadi tabiat bagi mereka. Peliknya mereka seronok mencungkil keaiban satu-satu perkara. Kekadang tidak kena mengena dengan mereka.

Atas sikap suka melihat keruntuhan dan tidak suka kepada kebahagiaan orang, maka lahirlah ramainya hakim-hakim yang tidak bertauliah. Mana yang sudah berubah mengikut jalan iman, dicungkil-cungkil keburukan mereka dimasa lampau. Bila mereka cuba mencampuri urusan rumahtangga orang yang hanya entah benar entah tidak di dada akhbar yang menjadi santapan umum, apakah mereka ini lupa, mereka ada rumahtangga, mereka ada keluarga dan anak pinak. Takutilah janji dan balasan dari Allah.


Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


“Sesiapa yang mengembar-gemburkan (pada orang ramai) sesuatu perkara (perkataan) terhadap seseorang Muslim untuk menjatuhkan maruah orang tersebut di dunia pada hal ia tidak demikian maka wajiblah Allah mencairkan pembawa fitnah tersebut pada hari Qiamat dalam api neraka sehinggalah ia dapat membuktikah kebenaran apa yang telah dikatakannya.” (Hadith riwayat Al-Thabarani)

WAHAI ANAK-ANAK, KAMU BERSAUDARA


بسم الله الر حمن الرحيم

Wahai anak-anak ku, ikatlah kasih sayang kamu hingga ke akhir hayat. Jauhi hati-hati kamu dari apa-apa perasaan yang boleh merenggangkan kamu semua. Kamu telah sentiasa bersama makan, tidur, belajar dan menuntut ilmu Allah di bumbung yang sama. Kamu juga selalu dirumah ummi...

Jauhi permusuhan di antara sesama kamu. Ingatlah, syaitan itu sentiasa mencipta permusuhan antara sesama manusia. Termasuk kamu. Maka dampingi lah diri kamu dengan ingatan yang kuat pada Khaliq. Itulah Allah s.w.t.

Sinari akhlak kamu dengan akhlaknya Rasulullah s.a.w. kerana akhlaknya adalah akhlak al-Quran yang boleh menyelamatkan kamu sepanjang zaman. Semoga Allah akan sentiasa bersama kamu semua dalam menghadapi sepanjang perjalanan hidup ini.


عن أبي هريرة قال: قال رسول الله لا تحاسدوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا، ولا يبع بعضكم على بيع بعض، وكونوا عباد الله إخوانا، المسلم أخو المسلم، لا يظلمه ولا يخذله، ولا يكذبه، ولا يحقره، التقوى ههنا، ويشير إلى صدره ثلاث مرات بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم، المسلم على المسلم حرام دمه، وماله، وعرضه -رواه مسلم.



Hadis diriwayatkan oleh al-lmam Muslim. Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Janganlah kamu saling dengki mendengki, tipu menipu, benci membenci, belakang membelakangi antara satu sama lain. Janganlah sebahagian kamu menjual barangan atas jualan orang lain. Hendaklah kamu menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim; dia tidak boleh menzaliminya, membiarkannya (dalam kehinaan), membohonginya dan menghinanya. Ketaqwaan itu di sini - sambil Baginda menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali - Cukuplah seseorang itu mendapat keburukan apabila dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap orang muslim ke atas muslim itu haram darahnya, hartanya dan maruah dirinya.